Tips memilih lampu depan sepeda, kecerahan saja tidak cukup

Melihat dan melihat sepeda adalah kunci keselamatan.

Aksesoris sepeda yang dapat diupgrade tidak lebih dari lampu depan sepeda.

Untuk memanfaatkan lampu depan, Kalian perlu mengetahui beberapa hal sebelum memilih lampu depan untuk sepeda Kalian.

Sebelum Kalian memasarkan lampu depan, Kalian perlu mengetahui segalanya!

1. Cobalah untuk menyederhanakannya

Saat menentukan kecerahan Kalian, jangan lupakan keamanan driver lain. Penerangan jalan yang berlebihan menimbulkan risiko keamanan.

Misalnya, mengganti lampu depan pada sepeda tidak hanya meningkatkan tampilan salju, tetapi juga memastikan bahwa lampu yang masuk tidak “membutakan” pengendara lain.

Jika lampu yang dipilih pada sepeda terlalu tinggi, sesuaikan untuk menurunkannya. Kalian dapat memilih sekitar 200 lumen bola lampu untuk rambu lalu lintas yang berangkat ke kantor di jalan dengan cahaya redup.

Biasanya menggunakan lampu flash di bagian belakang rumah. Opsi bohlam ini tidak hanya memungkinkan pengemudi lain untuk membedakan antara bohlam dan bohlam, tetapi juga menghemat energi bohlam.

Jika Kalian ingin meninggalkan kota, Kalian dapat memilih lampu berdaya tinggi seperti B. 1.000 lumens.

2. Lebih suka memilih untuk mengisi daya lampu pada sepeda Kalian


Pada dasarnya ada dua cara untuk menyalakan lampu roda depan, yaitu dengan mengisi USB dan menggunakan baterai stKalianr yang mirip dengan remote TV.

Tentu saja, jika Kalian memiliki lampu yang terhubung ke kabel USB, Kalian tidak perlu membeli baterai baru. Cukup sambungkan lampu port USB seperti ponsel.

Senter USB juga biasanya berukuran kecil, ringan, dan bertenaga.

Ada juga lampu sepeda bertenaga yang perlu disambungkan ke baterai saat bersepeda. Aki sepeda ini juga sering dipasang pada penyangga sepeda.

Untuk penggunaan sepeda secara teratur, lebih baik memilih baterai yang dapat diisi ulang daripada yang dibuang. Banyak baterai sudah tersedia.

Juga telah ditunjukkan bahwa lampu sepeda yang dapat diisi ulang bertahan lebih lama daripada baterai yang habis.

3. Bola lampu adalah raja hari ini


Saat ini, popularitas LED telah melampaui halogen. Karena lampu LED lebih efisien dan mengkonsumsi lebih sedikit energi untuk menghasilkan cahaya yang sama.

Selain LED dan halogen, dunia bersepeda juga mengenal lampu HID (zat cair yang kuat). Lampu HID ini sebenarnya adalah lampu di rak paling atas.

Cairan ringan mahal dan mahal. Popularitasnya tidak melebihi pergerakan lampu LED.

Artikel Lainnya : DKI Pemprov akan membangun jalur sepeda permanen Sudirman-Thamrin